Text Widget

INFORMASI RAMADHAN 2012

WAKATOBI

WAKATOBI
Yang perlu di Kunjungi

Pages

Powered By Blogger
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Entri Populer

Rabu, 18 Juli 2012

Gubernur Sulsel harus Belajar kepada Bupati Wakatobi

by sekretariatdprdprov.sultra  |  at  22.05

Makassar (ANTARA News) - Dewan Pertimbangan DPP ASITA (Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia) Bachtiar Manaba meminta Gubernur Sulawesi Selatan Dr Syahrul Yasin Limpo untuk belajar kepada Bupati Wakatobi, Sultra, Hugua bila ingin melakukan promosi pariwisata Takabonerate.

"Bila ingin promosi wisata taman laut nasional Takabonerate di Kabupaten Selayar sukses sebagai daya tarik wisata Sulsel, maka Gubernur Syahrul Yasin Limpo harus belajar dari cara yang dilakukan Bupati Wakatobi, Hugua yang dinilai telah sukses mengembangkan dan mempromosikan taman laut nasional Wakatobi," ujar Bachtiar Manaba saat mengevaluasi tiga tahun promosi wisata yang dilakukan Pemprov Sulsel yang dinilai gagal.

Manaba menguraikan, karaktek obyek wisata Takabonerate dan Wakatobi adalah sama, yakni sama sama adalah taman laut yang mengandalkan keindahan terumbu karang dan anekaragam jenis habitat ikan karang.

Yang membedakan, lanjutnya, hanya cara pengembangan, cara promosi dan cara menjualnya. Wakatobi sudah menjadi salah satu daya tarik dunia untuk wisata selam, sedangkan Takabonerate masih melakukan promosi yang cenderung salah penanganan.

Di tangan Bupati Hugua yang juga tokoh LSM dan melalui sentuhan yang tepat, daerah wisata Wakatobi berkembang pesat, infrastrukturnya memadai, bandaranya tersedia dan ada rute penerbangan tetap Denpasar-Wakatobi.

Sedangkan Takabonerate, obyek selamnya tidak kalah dari Wakatobi, namun tidak memiliki infrastruktur memadai, terutama penginapan, tidak memiliki transportasi tetap yang layak untuk Bulukumba-Selayar, tidak memiliki peta pemetaan penyelaman agar penyelaman profesional dan amatir terjamin keselamatannya dan tidak dikelola secara profesional.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo melalui kebijaksanaan "one man show", lanjut Manaba, menghamburkan uang miliaran rupiah tiap tahun dengan menggelar festival Takabonerate untuk melakukan promosi agar obyek wisata keindahan bawah laut yang dimiliki Sulsel tersebut mampu menyedot wisatawan mancanegara.

Tiap tahun, kapal perang TNI AL digunakan untuk mengangkut pengunjung festival tersebut dan terlihat meriah, tetapi tidak berdampak signifikan terhadap peningkatan jumlah arus kunjungan wisatawan ke obyek wisata tersebut.

Hal itu terjadi karena promosi dilakukan tanpa diimbangi penyiapan infrastruktur, tidak ada sarana transportasi memadai untuk ke daerah tersebut, tidak ada penginapan representatif untuk wisatawan, tidak ada restoran layak untuk standar internasional dan berbagai keterbatasan lainnya.

Dampaknya, hanya terjadi penghamburan dana miliaran rupiah secara rutin untuk promosi yang tidak efektif, sebab wisatawan asing yang ingin ke Takabonerate tidak bisa menjangkau, karena transportasi yang layak tidak ada. Tiap festival menggunakan kapal perang TNI AL untuk sarana angkutan dan wisatawan pasti tidak mampu menyewa kapal perang TNI AL untuk mengantarkan mereka ke Takabonerate setiap ingin ke obyek wisata tersebut.

Harusnya strategi promosi diubah agar efektif dan cara paling mudah adalah Gubernur Syahrul Yasin Limpo yang selama ini, kata Manaba, tidak mau bertukar pikiran dengan pelaku pariwisata Sulsel, belajar saja secara langsung kepada Bupati Wakatobi, Hugua, agar potensi Takabonerate yang sangat indah dapat menjadi salah satu daya tarik bagi arus kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulsel.

Kalau strategi promosi tidak berubah dan festival terus diselanggarakan tiap tahun, pihaknya meminta penegak hukum seperti BPK, Kejaksaan dan KPK untuk melirik program promosi pariwisata Sulsel yang bisa saja menjadi salah satu obyek penyalahgunaan penggunaan dana APBD dan APBN, karena parameter keberhasilannya tidak jelas, ujarnya. (T.KR-DF/F003)

0 komentar:

Proudly Powered by Blogger.